Make your own free website on Tripod.com
dunia kecil di belantara maya
ada di sudut kelokan jalan
dekat dapur peradaban

/depan
/indeks fragmen

/link
/isisitus

MENDENGAR BLUES DI SUATU SENJA

Pernahkah kukatakan kepadamu bahwa cintaku berusia tiga ribu tahun? Sungguh, ia begitu tua dan renta. Hampir setua kesetiaan langit pada bumi. Juga seperti kehadiran rona merah yang melekat di setiap rekah fajar. Seindah keintiman bulan dan malam, serta desauan angin pada rumpun ilalang.

Atau pernahkah kukatakan kepadamu bahwa cintaku kuat seperti cakar maut dan gairahku seperti nyala api yang tak terpadamkan? Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta. Sungai-sungai pun tak dapat menghanyutkannya.

Tetapi cintaku begitu sederhana. Sama seperti musik blues yang menemani setiap erangan dan jeritan. Karena memang begitulah pertama kali blues tercipta. Lahir dari pemuda suku Afrika di tanah Amerika; beribu-ribu kilometer jauhnya dari kampung mereka. Dinyanyikan seusai kerja di ladang-ladang kapas Virginia, semoga gemanya melantun hingga ke tanah air mereka. 

Beatnya yang disebut "Giant Steps" menceritakan irama kerja para buruh yang dipaksa membangun rel kereta. Fingering gitar yang melengking mengisahkan jeritan budak perkebunan kapas yang disiksa. Bukankah blues itu jiwa manusia yang ingin merdeka? Ya, blues itu musik jiwa.

Ia membantu kita untuk memahami sebuah misteri, termasuk juga soal cinta. Umur cinta dan kekuatannya itu dibisikkan oleh jiwa kepadaku di suatu senja. Senja yang temaram, tetapi bukan berarti muram. Senja yang luar biasa, karena aku jadi memahami soal cinta.

Cintaku tua dan renta. Kuharap ia juga setia. Seperti kesetiaanku mendengarkan blues di suatu senja. Semoga ia bisa mengusir keresahan hati. Kuputar album "Journeyman" dari gitaris blues era ini: Eric Clapton. "Bahkan Clapton pun seorang pengelana!", bisikku sendiri. 

Kudengar sang legendaris yang dikenal dengan sebutan "Slowhand" itu menyanyikan lagu berjudul "Old Love". "Barangkali cintanya tua dan renta pula? Ah, mana mungkin!" tepisku.

Rekaman ini dibuat tahun 1989 bersama produser Russ Titelman: sama-sama orang Amerika. Tapi Clapton bukan orang Afrika, Titelman pun bukan juga. Namun, bukankah blues itu tak mengenal ras dan agama? Memang blues tak lagi milik budak-budak Afrika. Ia itu milik jiwa manusia yang ingin merdeka. Siapa saja bisa menyanyikannya.

- And it makes me so angry
to know that the flame still burns
Why can't I get over?
Why will I ever learn? -

Aku tercenung sesaat. Apa aku tak salah mendengarnya? Mengapa ia sulit melupakan dan meninggalkan cinta? Apakah cinta Clapton seperti api yang menyala-nyala? 

- Old love, leave me alone
Old love, go on home -

Masakan Clapton belum memahami soal cinta di dalam hidupnya? Pernah pada suatu ketika, aku ingin mengusir cinta. Tetapi ia tidak pergi. Lalu, hendak kubunuh ia. Namun ia tak mati. Karena cintaku kuat seperti halnya maut. Ia tak dapat diusir dan dibunuh begitu saja. Lalu kutulis pada buku saku yang kubawa, "Kekasih datang dan pergi, tetapi cinta akan selalu ada."

Jari tangan Clapton menari-nari di senar gitar merek Gibson. Mendenting, melengking, lalu erangan yang serak: begitu kuat menggetarkan jiwa dan bangkitkan aku dari lamunan yang hampa. Kembali teringat cerita-cerita yang dikisahkan para sahabat tentang cinta. Juga kisahan tentang jiwa yang mati, kecewa, dan bangkit kembali untuk meraih cinta. Apakah Clapton tidak lagi ingin mencinta?

- And it makes me so angry
to know that the flame will always burn
I'll never get over
I know now that I'll never learn -

Kubiarkan saja Clapton murka. Suatu saat ia harus belajar lupa dan mulai tertawa. Itu akan banyak membantunya. Terlebih lagi bila ia mendengarkan jiwanya yang ingin merdeka. Dengan demikian ia akan memahami sebuah misteri, termasuk kerumitan perkara cinta.

- Old love, leave me alone -

Itu erangan berasal dari hati Clapton yang terluka. Aku mendengarkan saja. Semoga murka dan kecewanya segera hilang sirna.

Jakarta, 23 Januari 2001

 

Kreasi ini dilindungi oleh kesetiaan dan ketekunan, 
jadi mohon hargailah dengan layak dan sepantasnya.
Permohonan atas salinan puisi bisa disalurkan lewat email.
Amang's World - 2001-2003