Make your own free website on Tripod.com
dunia kecil di belantara maya
ada di sudut kelokan jalan
dekat dapur peradaban

/depan
/indeks esai

/link
/isisitus

JANGAN PERCAYA PADA MALAM
Bagian 14 "Surat Seorang Bajingan Kepada Istrinya"

Sayang, jangan percaya pada malam. Yang ditawarkan
malam hanyalah kegelapan. Kalaupun ada riang ria,
gelak tawa, kerlip cahya, semua itu hanyalah kesemuan
belaka. Sekali lagi, aku ingin ucapkan hal ini
kepadamu: jangan percaya kepada malam.

Terlebih malam ini, malam yang gelap selepas tirai air
mengguyur bumi. Dari balik kaca yang dipenuhi
titik-titik air dan angin kencang yang datangnya dari
depan, sehingga manakala ia jatuh ke dadaku serasa
paku-paku kecil menghunjam dadaku, malam bagiku tak
lagi indah. Sama tak indahnya, manakala aku duduk
sendirian dalam kamar 2x3 setiap hari dengan komputer
menyala tak pernah henti. Tak akan pernah indah. Tidak
sedikitpun. Kepengapan di dalam kamar itu hanya
mengatakan menawarkan kebisuan dan kemuraman. Jadi,
manakala kau ingin tahu apa yang kurasakan, barangkali
dinginnya tembok-tembok itu bisa mengatakannya jauh
lebih jelas daripada mulutku ini.

Jangan percaya pada malam. Belajarlah dariku yang
sehari-harinya berkutat tak bisa tidur. Malam adalah
keabsurdan, ketiadaan, kegelapan. Ia tidak menawarkan
harapan. Ia hanyalah menawarkan kekosongan, kesunyian
yang bisa pada satu titik berubah menjadi amat
mencekam.

Dengarlah aku, belajarlah dariku, berhentilah
mencintai malam. Itu yang ingin aku lakukan. Itu yang
mau kuperbuat. Hanya saja, ragaku telah dihisap dalam
kekelamannya. Darahku telah menghitam sekelam kerudung
duka. 

Aku ngeri, Sayang. Aku takut. Malam telah mengintai
jiwaku. Ia terus mengawasiku dari dekat. Ia ganggu aku
dalam tidurku. Mewujud dalam mimpi-mimpiku hingga aku
terbangun dengan dada sesak dan keringat dingin
meleleh di sekujur raga. Tak kau rasakankah kengerian
dan ketakutan itu? Tak kau rasakankah kecemasan
menghantuiku di siang-siang terik? Tak kau rasakankah?

Belajarlah dariku, Sayang. Jangan biarkan malam
mempesonamu seperti ia menghipnotisku untuk selalu
bersamanya.

Jakarta, 2000

Kreasi ini dilindungi oleh kesetiaan dan ketekunan, 
jadi mohon hargailah dengan layak dan sepantasnya.
Permohonan atas salinan puisi bisa disalurkan lewat email.
Amang's World - 2001-2003