Make your own free website on Tripod.com
dunia kecil di belantara maya
ada di sudut kelokan jalan
dekat dapur peradaban

/depan
/indeks esai

/link
/isisitus

TENTANG CINTA & PERNIKAHANMU

Adinda,

Layaknya kita memuji cinta lebih daripada puisi atau kidung-kidung bahagia. Rangkuman bunga bakung, krisan atau lili tak sebanding dengan rasa suka yang terpancar dari sebuah ungkap cinta. Karena cinta jauh lebih nikmat daripada anggur dan lebih semerbak wanginya daripada bunga melati. Mari kita mereguknya dan bersuka sampai mabuk cinta!

Padaku kau katakan telah kau temukan ia, jantung hatimu, yang selama ini kau cari di sudut-sudut jalan dan kau impikan setiap malam di atas ranjang. Pipimu merona bahagia dan tanpa sadar bibir tipismu tersenyum jua. Oh, kukatakan bahwa kekasihmu serupa kijang atau anak rusa yang mengisi taman hatimu. Ia begitu tampan dan tubuhnya mengkilat diterpa sinar mentari. Putih bersih dan merah cerah kekasihmu, menyolok mata di antara selaksa orang. Matanya bagaikan mata air, bermandi kesejukan lembah pegunungan. Demikianlah kekasihmu. Jangan pernah kauragukan semua kebaikan yang dilakukannya karena demikianlah ia mengisi hari-harimu dengan kasih dan pengharapan. Lalu perlukah kau cari kebahagiaan, padahal ia ada di pelukmu? 

Kukatakan kepadamu, cinta tidaklah buta. Karena di dalam cinta ada pengertian. Ia mendengar apa yang tak diucapkan dan mengerti apa yang tak dijelaskan. Karena cinta tidak bekerja di mulut atau di pikiran, tetapi di dalam hati. Lalu hati akan membalas tanpa sanggup dihalang-halangi. Karena cinta sanggup menundukkan gelombang pasang yang ganas atau menentramkan tiupan topan hingga berhembus sepoi-sepoi. Bukankah pernah dikatakan bahwa cinta kuat seperti maut, nyalanya seperti kobaran nyala api. Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai pun tak dapat menghanyutkannya. Lalu, masih perlukah orang meragukan cintamu?

Pergilah engkau ke sawah-ladang, tempat padi dan hasil kebun dipanen. Di sana kau temukan bahwa tuaianmu telah masak. Cinta yang kalian tanam kini mekar bunganya dan merah-ranum. Lalu kumpulkan dan seikat demi seikat kau masukkan ke dalam lumbungmu. Kumpulkanlah kawan-kawanmu dan handai-taulan, karena kutahu engkau akan menggelar pesta perayaan. Pelaminan akan kau hiasi dengan bunga-bunga dan kau kenakan gaun putih yang membuat iri putri-putri istana. Kau cantik laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya. Kekasihmu berdiri gagah menyertai. Sosok tubuhnya kuat dan padanya kau bernaung dalam kerimbunan bahagia. Akan kalian banjiri khalayak dengan decakan kagum. Karena itu, pantaslah bila kita bersukacita karena cinta! Mari bersulang dalam riak kebahagiaan!

Dengan penuh suka, kuucapkan selamat berbahagia.

Jakarta, 25 Oktober 2001
Bilik | 17:23

 

Kreasi ini dilindungi oleh kesetiaan dan ketekunan, 
jadi mohon hargailah dengan layak dan sepantasnya.
Permohonan atas salinan puisi bisa disalurkan lewat email.
Amang's World - 2001-2003