Make your own free website on Tripod.com
dunia kecil di belantara maya
ada di sudut kelokan jalan
dekat dapur peradaban

/depan
/indeks esai

/link
/isisitus

BIARKAN IA LEPAS
Bagian 14 - Surat Seorang Bajingan Kepada Istrinya


KESEDIHAN kadang menghancurkan
Remuk redamkan bahagia hingga sirna
Bawa kita berpulang pada kehampaan
bersimpuh lumpuh, menunduk takluk

Kemalangan datang
sengsara menjelang

Pada siapa kita mengadu
bila kaku sudah mulut bicara

Pada siapa tangis tertuju
bila patah sudah bahu bertumpu

Sesak menyerang
sisakan tangis erang

Menangislah!
Biarkan ia, duka itu, lepas

Mengeranglah!
Biarkan ia, duka itu, tersampaikan dalam semilir koyak angkasa

Dukalah! Dukalah!
Biarkan ia lepas
Dukalah!

Bila bebas sudah, tutup jendela
lalu tiup api di damar itu
dan tidurlah!

Biarlah angin bawa serta
dukamu mengangkasa

18 November 1997


 

Kreasi ini dilindungi oleh kesetiaan dan ketekunan, 
jadi mohon hargailah dengan layak dan sepantasnya.
Permohonan atas salinan puisi bisa disalurkan lewat email.
Amang's World @ 2003