dunia kecil di belantara maya
ada di sudut kelokan jalan
dekat dapur peradaban

/depan
/indeks puisi

/link
/isisitus

CINTAKU TAK PERNAH MATI
Untuk: SK77

Puisimu seperti hendak datang menguji:
apakah jiwaku memilih mati, berlari, atau hidup kembali?
Lalu kupikir-pikir jawabannya setiap hari,
karena hendak kujawab pertanyaan yang kau beri.

jawabnya tak terlalu sulit dicari
karena aku pernah menuliskannya sendiri
"Cintaku tak pernah mati
meski kekasih datang dan pergi."

Aku memilih untuk hidup kembali
meski pernah kena mati suri
karena ditimpa sunyi dan sepi
serta ditinggal bapak mati

Sementara kerudung duka
dan nyanyian requiem membahana
tapi aku bermimpi ingin merdeka
bergabung dengan camar kembara angkasa

Layaknya seekor camar yang terbang melayang,
aku mencari sayang 'tuk dibawa ke sarang.
Menembus arak-arakan awan,
melintasi daratan dan lautan.

Tak harus dengan putri-putri cantik laksana Cleopatra,
si Ratu Sungai Nil yang tundukkan kecongkakan Roma.
Cukuplah dengan seorang perempuan yang secantik bunga krisan,
dan mampu temukan keindahan di balik ketidaksempurnaan.

Lalu, selebihnya adalah proses kimiawi
layaknya minyak yang aliri nyala api
'kan berdiri merah dan berani
menerangi lapangan hati yang lama sunyi

Tak sabar aku menanti,
datangnya itu hari.
Janganlah hanya kau amati,
datanglah untuk menemani.

Jakarta, 22 Januari 2001
Kamar Penuh Poster

Kreasi ini dilindungi oleh kesetiaan dan ketekunan, 
jadi mohon hargailah dengan layak dan sepantasnya.
Permohonan atas salinan puisi bisa disalurkan lewat email.
Amang's World - 2001-2003