dunia kecil di belantara maya
ada di sudut kelokan jalan
dekat dapur peradaban

/depan
/indeks puisi

/link
/isisitus

TELAH BERAKHIR ITU SENJA
untuk: Krisan Merah

telah berakhir itu senja 
bergegas pergi dengan segera
manakala kujumpa pedih di sana
karena 'ku tak bisa buatmu bahagia 

telah berakhir itu senja
hanya bermakna sia-sia belaka
manakala kutemukan diriku di sana
tak bisa lagi menaruh rasa percaya

kau tawariku siang-malam juga seisi dunia
tak lagi hanya senja yang kita punya
namun kudapati hatiku membujur kaku 
dingin-kelam rebah membatu

di antara aku, kau serta agama
berjejeran ajaran dan dogma-dogma
juga cinta, janji-setia, serta saling percaya
mana ada hubungan yang tidak dilandasi itu semua

krisan merah yang menggairahkan
apimu cepat membangkitkan harapan
tawaranmu begitu manis menggoda
tapi sudah kurasakan berat bebannya

bukankah dulu itu yang terjadi 
kisah-kisah yang berakhir sendiri
antara melati putih dan tukang kebun yang malang
juga antara pengembara dan bunga padang ilalang

sudah jauh lama kumaafkan
tapi tak akan bisa kulupakan
kehilangan begitu menyakitkan
redup harapan menghilang perlahan

biarkan aku yang melangkah pergi
mengepak menjauhi gelora matahari
menyusuri petakan rimbun kebun
menyesat lari dari pagi yang berembun

Jakarta, 4 Maret 2001
Rute Tol Dalam Kota
Kreasi ini dilindungi oleh kesetiaan dan ketekunan, 
jadi mohon hargailah dengan layak dan sepantasnya.
Permohonan atas salinan puisi bisa disalurkan lewat email.
Amang's World - 2001-2003