dunia
kecil di belantara maya ada di sudut kelokan jalan dekat dapur peradaban |
TENTANG MIMPI
Kepadaku telah kautuliskan kesedihan dan ketakutanmu. Berulangkali kau bicarakan tentang mimpi, mimpi antara kau dan aku. Ceritamu ada aku di dalam mimpimu. Sungguh hal yang mustahil, itu katamu. Bukankah kita telah lama tak berjumpa sekian waktu. Mengapa pula kau mampu melampaui batasan waktu dan jarak untuk kemudian memimpikan aku.
Kataku, mimpimu itu seperti deja vu. Karena bukankah nanti kita memang akan berjumpa setelah sekian lama. Setelah waktu dan jarak berdiri seperti tembok Cina yang kokoh, memisahkan kita yang sebenarnya tinggal berseberangan jarak.
Kuakui seringkali kumimpi hal yang sama, yakni tentang beribu ragam mimpi. Namun jamak terjadi saat bangun di kegelapan, itu semua hanya mimpi tanpa arti. Juga tak perlu untuk kita saling duduk berdiskusi. Lagipula apa asyiknya diskusi tentang mimpi.
Lebih dari yang kau sadari, ternyata mimpi menyatukan kita dengan sendirinya. Tanpa basa-basi, tanpa berbelit-belit kompromi tentang waktu.
Jakarta, 25 April 2002
|
Kreasi ini dilindungi oleh
kesetiaan dan ketekunan, jadi mohon hargailah dengan layak dan sepantasnya. Permohonan atas salinan puisi bisa disalurkan lewat email. Amang's World - 2001-2003 |